"If I was there.." The Chernobyl Disaster.

Perasaan tidak pernah puas dari manusia hadir pada setiap aspek kehidupan, seperti prestasi, kekayaan, jabatan, dan lain-lain. Rasa tidak puas itu juga hadir di salah satu komponen terpenting dalam keberlangsungan kehidupan manusia, yakni dalam hal kebutuhan energi. Manusia memanfaatkan berbagai sumber untuk mendapatkan energi yang berlimpah, mulai dari hal yang sederhana seperti angin, ombak, uap lalu mulai memanfaatkan energi listrik, energi surya, sampai pada energi yang didapatkan dari tenaga nuklir.

Banyak yang memanfaatkan nuklir untuk berbagai hal, baik untuk keberlangsungan kehidupan manusia atau malah untuk menciptakan senjata yang ampuh dalam perang. Walaupun dapat menghasilkan energi yang bisa dikatakan luarbiasa besar dan tingkat kehati-hatian yang tinggi, kecelakaan pada reaktor nuklir tetap saja dapat terjadi. Salah satu yang bencana paling besar yang pernah dialami umat manusia adalah The Chernobyl Disaster, kecelakaan reaktor nuklir pembangkit listrik terbesar yang terletak di Uni Soviet (sekarang termasuk daerah Ukraina).

Pembangkit Tenaga Nuklir Chernobyl menggunakan reaktor nuklir yang bernama RBMK-1000, dibangun dan dirancang oleh Uni Soviet kala itu. RBMK-1000 ini difungsikan sebagai pembangkit listrik dan mensuplai 10% kebutuhan listrik bagi Ukraina, selain itu RBMK-1000 juga menghasilkan plutonium yang merupakan hasil samping dari sistem grafit (sistem yang digunakan RBMK-1000). Plutonium itu sendiri adalah unsur hasil pembelahan uranium yang dapat digunakan sebagai senjata nuklir untuk mengimbangi pesatnya persenjataan nulkir di Amerika.

Kecelakaan ini terjadi pada tanggal 26 April 1986 tepatnya pada pukul 01:23:40 dini hari. Hal dalam waktu 3 detik terjadi dua kali ledakan besar yang menyebabkan partikel radioaktif dan berbagai material dari dalam gedung terlempar keluar setinggi 1 km. Material-material yang sangat panas ini bahkan mencapai 1 mil jauhnya yang juga menyulut kebakaran di sekitar wilayah tersebut. Dua orang meninggal seketika dan dua puluh sembilan lainnya mengalami dampak radiasi sehingga sebagian besar meninggal. Dampak dari radiasi juga dirasakan oleh ratusan orang disekitar tempat tersebut sehingga pemerintah melakukan evakuasi demi mengurangi jumlah korban. Walaupun bencana ini berdampak sangat besar, pemerintah Uni Soviet saat itu tetap menutup kasus ini sampai akhirnya pemerintah mengakuinya setelah terlihatnya awan yang mengandung bahan radioaktif dan menyatakan bahwa ini adalah kesalahan teknis. Sampai saat ini, Chernobyle telah menjadi kota mati dan banyak yang mengatakan bahwa makhluk hidup (termasuk manusia) yang ada di sekitar Chernobyl telah mengalami mutasi akibat dampak dari radioaktif ini.

http://www.thepresidentpost.com

Menurut ergonomi-fit.blogspot.co.id (setelah diolah dari berbagai sumber), kronologis kejadian dari bencana ini adalah sebagai berikut:


Pada malam terjadinya kecelakaan, reaktor unit 4 sebenarnya sedang dipadamkan (shutdown) dalam rangka perawatan rutin. Pada waktu yang sama operator bermaksud menguji prosedur keselamatan reaktor. Uji keselamatan ini dimaksudkan untuk memeriksa apakah turbin generator yang melambat masih menghasilkan daya yang cukup untuk menjalankan pompa pendingin sampai generator diesel darurat dihidupkan. Untuk itu, rencananya reaktor akan dioperasikan pada tingkat daya 30 % dari daya maksimalnya, tetapi kelewatan sehingga turun sampai 10 %. Untuk menaikkannya lagi sampai tingkat daya 30 % operator melakukan kesalahan kritis dengan menarik batang kendali, akibatnya uap pun bertambah. Sayangnya, RBMK-1000 memiliki cacat desain dimana operasi pada tingkat daya rendah (10 %) tidak stabil. Pertambahan uap tak terduga akan menaikkan daya, dan kenaikan daya akan menambah uap lebih banyak lagi, dan seterusnya dan seterusnya. Pukul 01.23 dan 40 detik dinihari 26 April 1986, menyadari keadaan gawat, operator lantas menekan tombol untuk mengaktifkan sistem proteksi atomatis, tetapi percuma sebab sudah terlambat. Dalam 3 atau 4 detik, produksi daya melonjak samapi 100 kali tingkat daya maksimum normalnya, dan suhu teras pun meningkat tajam. Akibatnya terjadi dua kali ledakan dahsyat yang menghancurkan gedung reaktor. Usaha mati-matian untuk memadamkan api tidak banyak berarti. Ratusan ton grafit dalam reaktor terbakar selama 10 hari. Kebakaran melambungkan gas-gas dan partikel radioaktif ke atmosfer sehingga Swiss, Jerman, Turki bahkan Amerika Serikat dan Jepang pun radiasinya tercatat. Diantaranya yang berbahaya adalah Yodium-131, Strontium-90 dan Cesium-137. Operator yang bertugas saat itu pun akhirnya ditahan.

Unit 4 pasca kecelakaan

Saya mencoba merangkum dari berbagai sumber, terdapat beberapa penyebab dari kecelakaan ini. Selain dari kelemahan pada desain RBMK-1000 yang telah dijelaskan di atas terdapat juga kelemahan pada SDM (sumber daya manusia) yang menjalankan proyek ini. Salah satunya adalah operator yang kurang berpengalaman karena diketahui bahwa Alexander Akimov adalah kepala shift malam, sedangkan Leonid Toptunov adalah operator reaktor yang baru saja promosi tiga bulan menjadi operator senior dari operator yunior. Kemungkinan karena kurangnya pengalaman dari operator inilah yang menyebabkan ia melakukan kesalahan seperti melaksanakan tes pada saat reaktor shut down pertama kali setelah beroperasi selama dua tahun penuh, memaksakan melaksanakan tes pada kondisi reaktor tidak stabil (daya rendah pada RBMK-1000), dan mematikan mekanisme shut down otomatis.

***
Menurut National Society of Professional Engineer, ada 6 norma yang harus diperhatikan oleh seorang engineer dalam mengambil keputusan jika dihadapkan dalam suatu masalah, yakni:
  1. Tetap mementingkan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,
  2. Bekerja hanya pada bidang keahliannya,
  3. Menyampaikan pernyataan pada publik secara objektif dan terpercaya,
  4. Berlaku sebagai agen terpercaya untuk tiap pekerja atau klien,
  5. Menghindari tindakan menipu, dan
  6. Berperilaku terhormat.
Kali ini saya mencoba mengasumsikan bahwa saya berada di posisi Leonid Toptunov, yakni sebagai operator reaktor senior. Saya pada kasus ini mengetahui bahwa terdapat kesalahan pada desain yang “mungkin” akan berakibat fatal pada percobaan kali ini. Akan tetapi di lain pihak Pemerintah Uni Soviet membutuhkan suplai plutonium yang cukup banyak untuk keesokan harinya kebutuhan listrik yang sangat besar, sehingga percobaan ini dianggap sangat penting dilakukan agar  mengetahui seberapa lama turbin masih berputar dan mampu menyuplai listrik bagi pompa pendingin reaktor jika suplai listrik utama mati. Sehingga kepala shift malam bersikeras bahwa percobaan ini harus tetap dijalankan apapun resikonya.
Jadi, sebagai seorang engineer saya harus mengambil keputusan tindakan dari beberapa opsi yang mungkin dapat saya lakukan dengan mempertimbangkan tindakan tersebut norma-norma seorang engineer di atas. Oleh karena itu saya membuat semacam matriks yang menghubungkan antara opsi-opsi tindakan yang mungkin saya lakukan dan norma-norma yang ada, matriksnya adalah sebagai berikut:

Pilihan tindakan
Norma NSPE ¯
Tetap menjalankan
proyek
Mengajukan banding kepada pimpinan yang lebih tinggi
Melarikan diri agar selamat dari kecelakaan yang mungkin terjadi
Mengambil alih pimpinan shift malam secara paksa (dengan ancaman dan kekerasan)
Berusaha    memberikan pemahaman kepada kepala shift malam
Tetap mementingkan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat
Tidak, karena pada awalnya saya telah mengetahui bahwa ini dapat berakibat fatal dan berdampak pada sekitar
 Ya, karena saya telah berusaha menghindari dampak buruk bagi masyarakat
 Tidak, karena proyek bisa saja tetap berjalan dan mengakibatkan dampak fatal
Bisa jadi, karena saya dapat menghentikan proyek jika memegang kendali pada shift malam
Tidak, karena dampaknya sangat jelas dan peluang kepala shift menerima ajuan kita sangat kecil
Bekerja hanya pada bidang keahliannya
Ya, karena saya adalah seorang operator senior dan dianggap paling menguasai dalam bidang ini
Tidak, seharusnya kepala shift malam lah yang mengajukannya
Tidak, karena saya harus bertanggung jawab pada bidang keahlian saya
Tidak, karena bidang keahlian saya adalah operator nuklir
Ya, karena saya adalah seorang operator senior dan dianggap paling menguasai dalam bidang ini
Menyampaikan pernyataan pada publik secara objektif dan terpercaya
Tidak, karena saya telah seakan-akan tidak mengetahui bahwa akan terjadi bencana besar
Ya, dengan melakukan hal ini saya dapat menyampaikan pada publik secara objektif melalui pimpinan saya
Tidak, karena saya tidak bertanggung jawab pada pekerjaan
Mungkin, karena ini adalah keadaan yang sangat darurat
Ya, dengan melakukan hal ini saya dapat menyampaikan pada publik secara objektif apapun hasilnya
Berlaku sebagai agen terpercaya untuk atasan ataupun klien,
Ya, karena saya telah menjalankan perintah dengan apapun resikonya
Tidak, karena saya tidak mengikuti perintah kepala shift malam
Tidak, karena saya telah melanggar perintah kepala shift malam
Tidak, karena kita mengkhianati atasan
Ya, karena saya menyampaikannya dengan baik
Menghindari tindakan menipu
Tidak, karena pada dasarnya saya telah menipu diri sendiri dan orang lain
Ya, dengan melakukan hal ini saya dapat menyampaikan pada pimpinan yang sebenarnya terjadi
Tidak, karena tidak mungkin saya dapat keluar dari tempat proyek tanpa alasan yang dibuat-buat
Tidak, karena saya melakukan suatu tindakan kejahatan
Ya, karena saya harus menyampaikan kondisi yang sebenarnya
Berperilaku terhormat
Tidak, karena saya lebih mengutamakan perintah atasan dibandingkan dampak yang akan ditimbulkan
Ya, karena dengan menyampaikan pada pimpinan dapat menghindari tindakan lain yang tidak terhormat
Tidak, karena saya mengutamakan keselamatan pribadi dari pada keselamatan semua
Tidak, karena saya melakukan tindakan kekerasan yang mungkin tidak perlu
Ya, tanpa melakukan kejahatan saya dapat berusaha menghentikan proyek

 

Demikianlah beberapa tindakan-tindakan yang mungkin saya lakukan dan dibandingkan dengan norma yang ada. Memang kejadian The Chernobyl Disaster ini telah lama berlalu dan menyisakan dampak yang sangat luas serta mengerikan. Selain itu memang bisa dikatakan sebagai suatu pilihan yang sangat sulit bagi seorang operator nuklir pada saat itu dalam mengambil tindakan mengingat tekanan dari atas dan faktor lainnya, namun ada baiknya kita mengambil pelajaran dari fenomena luarviasa ini agar tidak ada Chernobyl-Chernobyl baru di kemudian hari. 
sumber:

Mengenal Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, KNRT 2008

Reaktor Chernobyl; Desain Yang Cacat, Sudi Ariyanto

Chernobyl’s Legacy, Health, Environtmental, and Socio Economic Impact, The Chernobyl Forum

3 thoughts on “"If I was there.." The Chernobyl Disaster.

  1. Wah, tulisan yang sarat akan informasi ilmiah. Pada intinya, kejadian yang tidak diinginkan itu memang terdapat kelalaian dalam pengerjaan proyeknya. Pertama adalah cacat desain, dan kedua adalah kurangnya pengalaman operator reaktor tersebut yang mengakibatkan ledakan besar pada reaktor nuklir di Uni Soviet pada 1986. Nuklir memang tidak bisa dijadikan mainan uji coba/semacamnya. Harus dengan penelitian panjang dan teliti serta analisis yang akurat, baru bisa diuji coba pada dunia nyata. Semoga perkembangan ilmu pengetahuan semakin maju tetapi tidak lupa untuk terus memperhatikan norma-norma dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s